Menyelaraskan Alam dan Jiwa Melalui Pagelaran “Wayangan Ruwat, Rawat Hutan” di UI

Suasana khidmat penuh makna mengudara di kawasan Universitas Indonesia pada Sabtu (29/8). Sejak pukul 07.00 WIB, area Makara Art Center (MAC) UI menjadi saksi gelaran pusaka bertajuk “Wayangan Ruwat, Rawat Hutan”. Pagelaran ini hadir sebagai wujud ikhtiar kolektif dalam meruwat serta menjaga kelestarian alam, yang terwujud atas kolaborasi intim antara Komoenitas Makara, Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Urban Spiritual Indonesia, serta Program Studi Jawa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI. Dengan harmonisasi seni tradisi dan kesadaran ekologis, perhelatan ini mengajak civitas akademika dan masyarakat luas untuk kembali menyelaraskan hubungan antara manusia, budaya, dan alam semesta.

Sebagai mata acara pembuka yang sarat akan nilai spiritual dan keindahan tradisi, prosesi kirab budaya mengawali jalannya acara dengan memancarkan pesona wastra Nusantara. Arak-arakan sakral ini dipimpin langsung oleh Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, bersama Ketua Komoenitas Makara, Fitra Manan.

Memasuki inti acara, alur kegiatan mengalir melintasi ruang seni, ritual, dan perenungan mendalam. Suasana kian terasa saat ritual doa dipimpin oleh praktisi kebudayaan Ki Mugi Yusuf Raharjo, memohon keselamatan serta keberkahan bagi jagat raya. Kesadaran spiritual tersebut kemudian dipadukan dengan pertunjukan wayang kulit dengan lakon Bambang Sudamala, yang dibawakan secara apik oleh dalang muda Ki Faqih Trisera Fil Ardhi, S.Hum. Tak berhenti pada keindahan visual dan narasi pewayangan, perhelatan ini juga mengajak hadirin menyelami kedalaman jiwa melalui sesi meditasi yang dipandu oleh Prof. Dr. Turita Indah Setyani, S.S., M.Hum., praktisi meditasi dari Urban Spiritual Indonesia. Melalui penyucian dan pembersihan diri ini, setiap jiwa diajak untuk memurnikan niat agar mampu berperan aktif dalam meruwat bumi dan menjaga keutuhan Indonesia.

Rangkaian perhelatan ini ditutup secara bernas melalui sesi Focus Group Discussion (FGD) yang dimoderatori oleh Dr. Ari Prasetyo, S.S., M.Hum. Sesi diskusi mendalam ini menghadirkan jajaran narasumber lintas bidang, yakni Dr. Ngatawi Al-Zastrouw (Direktur Kebudayaan UI), Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.Hum. (Wakil Ketua MPR RI) yang menyampaikan sambutan melalui video, Dr. Usman Kansong (Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI), Prof. Dr. Darmoko, S.S., M.Hum. (Guru Besar FIB UI), serta Dr. Turita Indah Setyani, S.S., M.Hum. (Dosen Purnabakti Program Studi Jawa FIB UI sekaligus CEO Urban Spiritual Indonesia). Melalui dialog interaktif tersebut, para narasumber merajut gagasan akademik, kearifan kebudayaan, dan komitmen perlindungan lingkungan.

Diskusi ini menegaskan kembali pesan utama bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan jalan hidup yang mampu menghidupkan kembali kesadaran kolektif manusia dalam merawat dan melestarikan alam tempat kita bernaung. (AL)

Related Posts