Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menjalin kerja sama dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO), Jakarta, Indonesia, melalui pelaksanaan kunjungan kerja ke Taiwan pada 25 Juni hingga 5 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan observasi lapangan, pengambilan data, serta menjajaki kolaborasi riset dan kerja sama akademik lainnya, khususnya dalam pengembangan riset kolaborasi antar-sarjana di kedua negara.
Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan oleh dua tim yang beranggotakan dosen-dosen FIB UI. Tim pertama terdiri atas Prof. Sisilia S. Halimi, S.S., M.A., Ph.D. dan Shuri Mariasih Gietty, S.Hum., M.Hum., M.A., Ph.D., yang mengunjungi sejumlah perguruan tinggi di Taiwan. Sementara itu, tim kedua terdiri atas Dr. Rahadjeng Pulungsari, S.S., M.Hum. dan Dilah Kencono, S.S., M.Si., yang berfokus pada kunjungan ke Cheng Kung University serta observasi lapangan di beberapa lokasi bersejarah.

Seluruh rangkaian kunjungan Tim Pertama ke empat institusi di Taiwan dilaksanakan dalam bingkai riset bertajuk “Library Research and Discussion with Taiwanese Scholars on Collaborative Research”. Pada kunjungan ke Wenzao Ursuline University of Languages, Kaohsiung, tim berdiskusi dengan Prof. Chiu-Hui Wu mengenai implementasi English as a Medium of Instruction (EMI) dan internasionalisasi pendidikan tinggi di Taiwan. Diskusi ini membuka peluang kolaborasi penelitian dan penulisan artikel ilmiah bersama, dengan topik tantangan dan pengalaman mahasiswa dalam perkuliahan EMI pada program non-gelar sebagai target luaran publikasi bersama.
Tim juga berkesempatan melakukan pembahasan terkait pelatihan EMI, EMI Readiness, dan implementasi kebijakan bilingual di Taiwan dilaksanakan di National Cheng Kung University (NCKU), bersama Prof. Wen-Li Tsou. Diskusi mencetuskan kolaborasi pengembangan konsep EMI Readiness melalui pendekatan Ecological Languaging (ELC), sekaligus mencatat bahwa Taiwan telah memiliki landasan kebijakan nasional yang lebih sistematis melalui program Bilingual 2030 dibandingkan Indonesia.

Diskusi berlanjut ke National Yang Ming Chiao Tung University (NYCU), Hsinchu, di mana tim menemui Prof. Lu-Chun (Regine) Lin untuk membahas bilingual education di Taiwan serta program Higher Education Accreditation for Teaching (HEAT). FIB UI mendapat dukungan dari Prof. Lin untuk pengembangan kapasitas dosen di Indonesia bersama UI, termasuk pada kegiatan EMI Enhancement Training yang diproyeksikan dihelat di FIB UI pada Oktober 2026, dengan usulan tambahan berupa integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran EMI.
Terakhir, tim berdiskusi dengan Prof. Nicky Lin dan Prof. Yin C. Chuang di National Taiwan Normal University (NTNU), Taipei, mengenai kolaborasi akademik dan jejaring Taiwan Studies. Diskusi ini menyoroti peluang konferensi kolaboratif serta perlunya jejaring yang lebih terintegrasi antar-Taiwan Studies Centre di berbagai negara, yang selama ini masih bekerja secara terpisah.
Tim kedua, yang terdiri atas Dr. Rahadjeng Pulungsari dan Ibu Dilah Kencono, melakukan riset dan observasi terkait industri kreatif. Tim secara khusus menemui pihak Cheng Kung University di Tainan untuk membicarakan kolaborasi riset dan kerja sama akademik lainnya. Dalam kunjungan ini, delegasi FIB UI didampingi oleh dua mahasiswi Program Studi Cina FIB UI yang tengah memperdalam bahasa Mandarin di Taiwan, yaitu Aisyah Nabilah yang belajar di Mandarin Training Center (MTC), National Taiwan Normal University (NTNU), dan Charis Khairunissa Ratna Dewati yang belajar di Chinese Language Center, Soochow University, Taipei. Delegasi disambut hangat oleh Prof. Chung Hsiao-Ling beserta tim dari Cheng Kung University.

Selain melakukan pertemuan akademik, tim turut melakukan observasi di sejumlah lokasi bersejarah yang telah dialihfungsikan menjadi ruang wisata sekaligus sarana ekspresi industri kreatif, di antaranya Huashan 1914 Creative Park yang dahulu merupakan pabrik minuman sake peninggalan Jepang, serta kawasan Dadaocheng yang pada abad ke-19 dikenal sebagai pelabuhan penting. Kunjungan ke lokasi-lokasi tersebut turut didampingi oleh alumni Program Studi Cina FIB UI, Yolanda Marghareta Limbong, S.Hum., MBA., yang telah menyelesaikan studi magister di bidang International Human Resource Development, National Taiwan Normal University.
Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya FIB UI untuk memperluas jejaring akademik internasional dan meningkatkan kualitas riset melalui kolaborasi lintas negara. Dukungan yang diberikan oleh TETO Jakarta menjadi salah satu faktor penting dalam terselenggaranya kegiatan ini.
FIB UI berharap kunjungan kerja ini dapat membuka jalan bagi program kolaborasi lanjutan, baik dalam bentuk penelitian bersama, pertukaran akademik, penyelenggaraan pelatihan seperti EMI Enhancement Training, maupun bentuk kerja sama lainnya yang bermanfaat bagi pengembangan keilmuan di bidang budaya dan humaniora. (CA)




