Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) kembali melahirkan doktor baru melalui sidang terbuka promosi doktor yang diselenggarakan di Auditorium Tjan Tjoe Som, Gedung Hoesein Djajadiningrat Lantai 1, pada Kamis, 9 Juli 2026. Pada kesempatan tersebut, Sulaeman berhasil mempertahankan disertasinya yang bertajuk “Transisi dan Konsensus Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Padang Panjang dalam Arus Politik Nasional 1955–1985″dan meraih gelar Doktor Ilmu Sejarah dengan predikat ‘Sangat Memuaskan’. Pencapaian ini menjadikannya doktor ke-498 yang dilahirkan oleh FIB UI sekaligus doktor ke-8 dari Program Studi Doktor Ilmu Sejarah.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Agus Aris Munandar, S.S., M.Hum. selaku Ketua Sidang. Disertasi tersebut dipromotori oleh Prof. Yon Machmudi, S.S., Ph.D. serta didampingi oleh Prof. Dr. M.I. Djoko Marihandono, S.S., M.Hum. sebagai Kopromotor I dan Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum. sebagai Kopromotor II. Adapun Dr. Didik Pradjoko, S.S., M.Hum. bertindak sebagai Ketua Tim Penguji. Tim penguji lainnya terdiri atas Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd., Dr. Dwi Mulyatari, S.S., M.A., dan Agus Setiawan, S.S., M.Si., Ph.D.
Sidang promosi doktor ini menjadi bagian dari komitmen FIB UI dalam menghasilkan penelitian yang berkontribusi pada pengembangan ilmu sejarah dan kajian humaniora di Indonesia. Keberhasilan Sulaeman meraih gelar doktor semakin memperkuat peran FIB UI dalam mendorong lahirnya penelitian yang mendokumentasikan serta mengkaji perjalanan sejarah bangsa melalui berbagai perspektif akademik. (NT)




