Sidang Promosi Doktor Ilmu Sejarah FIB UI Kupas Kebaya Modern Era Orde Baru Sebagai Arena Politik Kebudayaan

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) kembali meluluskan seorang doktor baru dalam bidang Ilmu Sejarah yang membawa kontribusi ilmiah penting bagi sejarah mode dan politik kebudayaan Indonesia. Pada sidang promosi doktor yang berlangsung khidmat pada Rabu, 8 Juli 2026 dengan dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Agus Aris Munandar, S.S., M.Hum. selaku Ketua Sidang, Lenny Agustin Ernawati berhasil mempertahankan disertasinya dan meraih gelar Doktor dengan predikat Sangat Memuaskan. Ia secara resmi tercatat sebagai lulusan S3 ke-496 dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, sekaligus menjadi lulusan ke-6 dari Program Studi Ilmu Sejarah di tahun 2026.

Disertasi tingkat doktoral yang diuji tersebut berjudul “Kebaya Modern Sebagai Busana Nasional Wanita Indonesia pada Era Orde Baru: Relasi Kuasa, Politik Kebudayaan, dan Tubuh Perempuan”. Penelitian komprehensif ini dibimbing oleh Prof. Dr. Bambang Wibawarta, S.S., M.A. selaku Promotor bersama Dr. Didik Pradjoko, S.S., M.Hum. selaku Kopromotor. Bertindak sebagai Dewan Penguji dalam sidang promosi ini adalah Dr. Linda Sunarti, S.S., M.Hum. selaku Ketua Tim Penguji, dengan anggota tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Susanto Zuhdi, Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum., Dr. Dwi Mulyatari, S.S., M.A., dan Dr. Nita Trismaya, S.Sn., M.Ds. Di hadapan dewan penguji, Lenny berhasil memaparkan kajian historis mendalam yang menempatkan kebaya modern sebagai artefak politik kebudayaan yang dinamis, bukan sekadar sebuah produk estetika busana yang pasif.

Kajian ini berangkat dari persoalan kontemporer mengenai melemahnya otoritas simbolik kebaya pasca-Reformasi, yang tercermin dalam polemik pendaftaran kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO serta perdebatan representasinya dalam budaya populer global. Menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini memanfaatkan sumber arsip negara, majalah perempuan, dokumentasi visual, hingga sumber lisan. Hasil analisis menunjukkan adanya transformasi historis yang ekstrem, di mana kebaya yang semula merupakan busana tradisional bersifat plural dan kontekstual dirombak menjadi kebaya modern yang dinasionalisasi secara estetis untuk difungsikan sebagai busana nasional wanita Indonesia demi kepentingan pembentukan identitas bangsa serta stabilitas ideologi penguasa.

Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kebaya modern pada era Orde Baru berfungsi sebagai teknologi kultural yang menasionalisasi estetika tradisi guna membentuk citra wanita Indonesia yang anggun, tertib, dan terkendali secara ideologis. Mengintegrasikan kerangka teoretis relasi kuasa, hegemoni, teori strukturasi, politik tubuh, dan semiotika mode, disertasi ini membuktikan bahwa busana nasional ini direproduksi secara taktis oleh negara, elite perempuan, pelaku industri mode, hingga perempuan pemakai. Melalui pencapaian gelar doktoral ini, Dr. Lenny Agustin Ernawati memberikan sumbangsih signifikan bagi pengembangan kajian sejarah mode di Indonesia dengan membuktikan bahwa busana merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari panggung sejarah politik kebudayaan dan nasionalisme. (AR)

Related Posts