PROFIL LAB DIPI

PROFIL LAB DIPI

Laboratorium Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, yang selanjutnya disebut Laboratorium DIPI, merupakan salah satu unit pendukung akademik yang berada di bawah pengelolaan Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Indonesia (UI). Sejak didirikan pada tahun 1987, laboratorium ini berperan sebagai sarana strategis untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui keberadaan Laboratorium DIPI, berbagai aktivitas akademik dan profesional dapat difasilitasi dengan lebih terarah, sistematis, dan berbasis pada pengembangan ilmu pengetahuan yang mutakhir.

Dalam konteks pendidikan dan pengajaran, Laboratorium DIPI berfungsi sebagai ruang belajar tambahan yang melengkapi pembelajaran di kelas. Mahasiswa tidak hanya menerima materi secara teoretis, tetapi juga berkesempatan untuk mempraktikkan keterampilan teknis yang relevan dengan bidang ilmu perpustakaan, informasi, dan kearsipan. Di dalam laboratorium, mahasiswa dapat melakukan praktik proses pengadaan bahan pustaka, pengolahan data bibliografis, layanan kepada pemustaka, kegiatan preservasi dan konservasi bahan perpustakaan serta arsip, serta praktik integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence, kecerdasan buatan) dalam pengelolaan perpustakaan dan arsip. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang lebih komprehensif, baik dari sisi teori maupun praktik, sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja profesional.

Dari sisi pengembangan keterampilan digital, Laboratorium DIPI menyediakan berbagai sarana dan perangkat yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa. Pemanfaatan perangkat lunak pengelolaan perpustakaan, aplikasi analisis data, serta berbagai tools (perangkat) digital lainnya mendorong sivitas akademika untuk terbiasa bekerja dalam ekosistem informasi yang berbasis teknologi. Dengan demikian, laboratorium tidak hanya menjadi tempat praktik kegiatan teknis, tetapi juga ruang pembelajaran yang mendukung penguatan literasi digital, literasi data, dan pemahaman terhadap perkembangan teknologi informasi yang terkait erat dengan bidang ilmu perpustakaan dan informasi.

Dalam unsur penelitian, Laboratorium DIPI berperan sebagai pusat kegiatan riset di bidang ilmu perpustakaan, informasi, dan kearsipan. Laboratorium ini menyediakan fasilitas untuk pengumpulan, pengolahan, dan analisis data, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Di dalamnya, dosen dan mahasiswa dapat melakukan uji coba atau eksperimen yang berkaitan dengan pengembangan layanan informasi, perilaku pencarian informasi pengguna, desain sistem informasi, maupun inovasi lainnya. Laboratorium juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang pengembangan prototipe, misalnya prototipe sistem informasi perpustakaan, repositori digital, maupun model layanan informasi yang mengintegrasikan teknologi terbaru. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, Laboratorium DIPI diharapkan menjadi lingkungan riset yang kondusif dan mendorong lahirnya karya ilmiah berkualitas.

Dalam dimensi pengabdian kepada masyarakat, Laboratorium DIPI memiliki potensi besar untuk berperan sebagai pusat pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di bidang perpustakaan, informasi, dan kearsipan. Melalui berbagai kegiatan seperti lokakarya, pelatihan teknis, pendampingan pengelolaan perpustakaan komunitas, serta program literasi informasi, Laboratorium DIPI dapat menjalin kerja sama dengan beragam pemangku kepentingan, baik dari lingkungan internal UI maupun lembaga eksternal. Kerja sama ini dapat melibatkan perpustakaan umum, lembaga arsip, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, maupun organisasi masyarakat sipil. Dengan demikian, Laboratorium DIPI tidak hanya mendukung proses belajar mengajar dan penelitian di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Selain itu, Laboratorium DIPI juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan mitra, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Misalnya dengan iSchools (jaringan sekolah informasi internasional), InterPARES Trust AI (Inisiatif Penelitian Internasional tentang Rekod Digital dan Kecerdasan Buatan), Universiti Teknologi Mara Malaysia, National Taiwan University of Science and Technology (Universitas Sains dan Teknologi Nasional Taiwan), Tsukuba University (Universitas Tsukuba), University of Pretoria South Africa (Universitas Pretoria di Afrika Selatan), Universiti Sains Malaysia Malaysia, Vrije Universiteit Amsterdam The Netherlands (Universitas Vrije Amsterdam di Belanda), Tokyo University of Foreign Studies Japan (Universitas Studi Asing Tokyo di Jepang), Korea University (Universitas Korea), National Research University Higher School of Economics Russia (Universitas Riset Nasional Sekolah Tinggi Ekonomi di Rusia), National Institute for Oriental Languages and Civilizations Paris, France (Institut Nasional Bahasa dan Peradaban Timur di Paris, Prancis), dan University of Bern Switzerland (Universitas Bern di Swiss). Jaringan kerja sama ini menunjukkan bahwa Laboratorium DIPI telah menjadi bagian dari ekosistem akademik global dan berpotensi terus berkembang sebagai pusat pembelajaran dan riset yang diakui secara internasional.

Dengan berbagai peran tersebut, Laboratorium DIPI menjadi ruang penting bagi dosen dan mahasiswa untuk tidak hanya mempraktikkan dan membangun kompetensi teknis maupun profesional, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam kegiatan sehari-hari. Laboratorium berfungsi sebagai jembatan antara teori dan praktik, antara kampus dan masyarakat, serta antara pengembangan keilmuan dan kebutuhan dunia nyata.

Pengembangan Laboratorium DIPI FIB UI dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan pesat teknologi informasi dan dinamika keilmuan di bidang perpustakaan, informasi, dan kearsipan. Di lingkungan Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, yang terdiri atas program sarjana, magister, dan doktoral, dosen dan mahasiswa menghadapi tuntutan untuk terus meningkatkan kompetensi, baik dalam aspek konseptual maupun keterampilan teknis. Untuk itu, diperlukan dukungan sarana dan prasarana laboratorium yang lebih memadai, mutakhir, dan relevan dengan tantangan keilmuan dan profesi masa kini.

Laboratorium DIPI ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas laboratorium sebagai sarana pendukung utama dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, pengembangan laboratorium diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, aplikatif, dan berbasis teknologi. Fasilitas yang diperbarui dan ditingkatkan kualitasnya akan membantu dosen menyelenggarakan pembelajaran yang kaya akan praktik, sementara mahasiswa dapat berlatih mengoperasikan sistem informasi, perangkat lunak pengelolaan perpustakaan, serta berbagai teknologi digital pendukung lainnya dengan lebih leluasa dan terstruktur.

Dalam bidang penelitian, penguatan Laboratorium DIPI bertujuan menyediakan fasilitas yang memungkinkan dosen dan mahasiswa melakukan riset yang lebih mendalam. Misalnya penelitian mengenai perilaku informasi, pengembangan sistem temu kembali informasi, analisis data bibliometrik, pemanfaatan big data (mahadata) dalam kajian informasi, maupun pengembangan model layanan informasi berbasis kecerdasan buatan. Ketersediaan perangkat komputasi yang memadai, perangkat lunak analisis data, serta ruang kerja yang nyaman dan terstandar akan sangat menunjang peningkatan kualitas penelitian yang dilakukan di lingkungan Departemen.