Merawat Makna Kebudayaan di Tengah Diplomasi Global: Kiprah FIB UI Menghidupkan Dimensi Budaya dalam Lawatan UI ke Hong Kong–Shenzhen

Dalam rangka memperkuat kerja sama internasional, pengembangan akademik, serta perluasan jejaring strategis Universitas Indonesia (UI) di tingkat global, atas undangan Nanyang Center for International Legal Governance (NCILG), Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU memimpin delegasi dalam kunjungan kerja ke Hong Kong dan Shenzhen, Tiongkok, pada 22–27 Maret 2026. Delegasi UI ini terdiri atas jajaran pimpinan universitas dan fakultas, termasuk Prof. Dr. Hamdi Muluk selaku Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Fadhilah Muslim, Ph.D. selaku Direktur Internasionalisasi Pendidikan, Vishnu Juwono, Ph.D. selaku Direktur UI GreenMetric, Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Dr. Untung Yuwono, S.S. selaku Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB). Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan diwakili oleh Prof. Yon Machmudi selaku Wakil Direktur dan Dekan Fakultas Hukum diwakili oleh Dr. Brian Amy Prasetyo, M.H. selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan. Delegasi juga diperkuat oleh dua Wakil Dekan Fakultas Ilmu Administrasi, yaitu Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc. dan Prof. Dr. Milla Sepliana Setyowati, M.Ak., serta Dr. Eko Sakapurnama, MBA, CHRM selaku Ketua Program Studi Pascasarjana dan Tyas Wida Handoko, S.I.A., M.Sc. selaku Koordinator Pengembangan Akademik FIA.
Kegiatan diawali pada 22 Maret 2026 dengan kedatangan delegasi di Hong Kong pada malam hari. Hari pertama dimanfaatkan untuk konsolidasi internal dan persiapan agenda kunjungan bersama Mr. Xu Junshuo, Direktur Nanyang Center for International Legal Governance, selaku pihak pengundang. Pada 23 Maret 2026, delegasi mengunjungi Hong Kong Metropolitan University (HKMU) untuk melaksanakan pertemuan bilateral yang membahas peluang kerja sama akademik dan kelembagaan. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan dokumen kerja sama serta pertukaran cenderamata sebagai simbol penguatan hubungan institusional antara kedua pihak.
Agenda dilanjutkan pada 24 Maret 2026 dengan kunjungan ke University of Hong Kong (HKU), salah satu universitas terkemuka di dunia yang menempati peringkat ke-11 dalam QS World University Rankings (QS WUR) 2026. Dalam pertemuan dengan manajemen universitas, delegasi membahas pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, riset, serta tata kelola perguruan tinggi. Delegasi juga mengikuti tur kampus, termasuk ke Faculty of Law serta School of Policy and Governance, guna memperoleh gambaran praktik pengelolaan akademik dan kelembagaan yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan di Universitas Indonesia.
Pada 25 Maret 2026, delegasi melanjutkan perjalanan ke Shenzhen. Salah satu kegiatan utama adalah penyelenggaraan kuliah umum bertajuk “Indonesian Investment Policy Governance in the Context of Islamic Social Culture” yang berlangsung di Guanghe Law Firm Global Practice Headquarters. Dalam forum ini, Dr. Untung Yuwono, S.S. selaku Dekan FIB UI mendapatkan kesempatan menyampaikan paparan utama dengan judul “Indonesia dan Hubungannya dengan China dalam Perspektif Budaya” di hadapan para akademisi serta pelaku bisnis dan hukum. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa hubungan Indonesia dan China tidak hanya dibangun atas dasar ekonomi dan politik, tetapi juga memiliki fondasi kultural dan historis yang panjang. Pokok-pokok pikirannya mencakup keberagaman etnis dan bahasa di Indonesia sebagai basis interaksi multikultural, pluralitas keagamaan sebagai fondasi sosial, sejarah panjang hubungan Indonesia–China sejak abad ke-5 hingga ekspedisi damai Laksamana Zheng He, proses akulturasi budaya Tionghoa dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, serta pentingnya pemahaman lintas budaya dalam memperkuat kerja sama kedua negara di masa kini.
Masih pada hari yang sama, delegasi juga mengunjungi Shenzhen University untuk menjajaki peluang kerja sama akademik dan penelitian. Shenzhen University, yang memiliki Program Studi Bahasa dan Sastra China, Program Studi Sejarah, dan Program Studi Filsafat, selain Sekolah Humaniora, merupakan calon mitra kerja sama yang sangat potensial bagi FIB UI. Rektor UI menekankan bahwa program utama UI untuk meningkatkan internasionalisasi adalah pembentukan kelas internasional gelar ganda (double/joint degree), yang diharapkan untuk segera dibentuk oleh FIB UI bersama mitra kerja sama.
Kegiatan dilanjutkan pada 26 Maret 2026 dengan kunjungan ke Shenzhen Institutes of Advanced Technology (SIAT), yang memberikan wawasan mengenai perkembangan riset teknologi mutakhir, serta ke Guangming District Urban Planning Exhibition Hall untuk mempelajari praktik perencanaan kota modern dan pembangunan berkelanjutan. Selanjutnya, delegasi mengunjungi Shenzhen Technology University untuk mengikuti pertemuan akademik, simposium bersama, serta penandatanganan kerja sama yang menegaskan komitmen kolaborasi di bidang pendidikan tinggi berbasis teknologi dan inovasi.

Pada hari terakhir lawatan, 27 Maret 2026, delegasi menghadiri China-Indonesia Investment Promotion and Rule of Law Cooperation Exchange Conference yang diselenggarakan oleh Nanyang Center for International Legal Governance. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kerja sama Indonesia–Tiongkok di bidang investasi dan tata kelola hukum, sekaligus memperluas jejaring internasional Universitas Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Untung Yuwono, S.S. selaku Dekan FIB UI juga memperoleh kehormatan untuk menyampaikan pidato. Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa investasi di era global tidak cukup hanya mengandalkan modal finansial, tetapi memerlukan pemahaman mendalam terhadap budaya, bahasa, dan adat istiadat setempat. Indonesia, dengan lebih dari 1.300 kelompok etnis dan 718 bahasa daerah, menuntut adanya kompetensi budaya sebagai prasyarat keberhasilan bisnis.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kekayaan budaya Indonesia merupakan peluang besar bagi investor, namun sekaligus menghadirkan kompleksitas yang perlu dipahami secara serius. Dalam konteks tersebut, FIB UI berperan dalam membekali calon investor dan pelaku bisnis dengan kemampuan bahasa dan pemahaman kebudayaan Indonesia. Program pembelajaran yang diselenggarakan di FIB UI dirancang termasuk untuk membantu para calon pelaku bisnis beradaptasi dengan lingkungan sosial-budaya Indonesia yang beragam. Di akhir pidatonya, beliau mengajak para pemangku kepentingan, khususnya di bidang hukum dan investasi, untuk menjadikan FIB UI sebagai mitra strategis dalam mempersiapkan keberhasilan investasi di Indonesia melalui penguatan kompetensi budaya.
Secara keseluruhan, kunjungan ini menghasilkan sejumlah capaian penting, antara lain penguatan kerja sama internasional dengan berbagai institusi di Hong Kong dan Shenzhen, penandatanganan dokumen kerja sama strategis, pertukaran pengetahuan di bidang pendidikan, hukum, investasi, dan teknologi, serta peningkatan visibilitas Universitas Indonesia di tingkat global. Kunjungan ini juga membuka peluang kolaborasi lanjutan dalam penelitian dan pengembangan program akademik lintas negara.
Partisipasi aktif FIB UI yang diwakili oleh Dekan FIB UI dalam delegasi ini memberikan kontribusi penting, khususnya dalam memperkuat dimensi humaniora dan budaya dalam kerja sama internasional UI. Hal ini menegaskan bahwa penguatan jejaring global tidak hanya berbasis pada aspek teknologi dan ekonomi, tetapi juga pada pemahaman budaya yang menjadi fondasi hubungan antarbangsa. (UTY)

Related Posts