Kabar membanggakan kembali datang dari sivitas akademika Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Ahmad Husnus Saqib, mahasiswa Program Studi Sastra Jawa, berhasil dinobatkan sebagai Mas Duta Wisata Kabupaten Pati 2026. Kemenangan manis ini diraih pada Malam Grand Final yang diselenggarakan pada Sabtu (1/8) sebagai bagian dari puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703.
Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pati lebih dari sekadar kompetisi penampilan, para finalis ditempa melalui rangkaian seleksi komprehensif yang meliputi pembekalan kearifan lokal, uji bakat, hingga pemaparan visi pengembangan potensi Pati. Melalui proses penilaian yang ketat tersebut, sosok yang terpilih diamanahkan menjadi representasi diplomasi budaya sekaligus motor penggerak sektor pariwisata Kabupaten Pati ke kancah yang lebih luas.
Gelar Juara Utama tersebut dimaknai Saqib bukan sekadar sebagai pencapaian akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Jarak perantauan justru memicu kesadarannya untuk berkontribusi bagi daerah asal, khususnya dalam mempromosikan potensi pariwisata, seni, dan ekonomi kreatif Pati. Berbekal latar belakang akademis dan keterampilan komunikasi yang ditimbanya di kampus, ia berkomitmen membawa narasi serta pesona Kabupaten Pati ke panggung yang lebih luas.
Amanah ini sekaligus menjadi momentum bagi Saqib untuk membawa keilmuan Sastra Jawa keluar dari dinding akademis agar tidak berhenti sebagai teori semata. Ia bertekad menjadikan nilai tradisi sebagai elemen aktif yang relevan bagi anak muda. Ia tidak ingin budaya hanya berhenti sebatas warisan leluhur yang dibanggakan. Lebih dari itu, ia ingin budaya menjadi sesuatu yang dipahami, dirawat, dan dikembangkan agar tetap hidup dalam keseharian generasi mendatang.. Ia pun menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dukungan kolektif dari keluarga, bimbingan dosen dan sivitas akademika FIB UI, serta rekan-rekannya yang terus mengiringi perjalanannya.
Perjalanan dari ruang kelas menuju panggung Mas Duta Wisata Pati memberi pelajaran berharga bagi Saqib tentang arti sebuah proses. Dari seorang mahasiswa Sastra Jawa yang sempat mempertanyakan arah langkahnya, kini ia mantap menatap masa depan dengan keyakinan baru. Saqib bertekad untuk terus belajar dan mendedikasikan keilmuannya demi memberi dampak nyata bagi daerah asal. Sejauh apa pun langkah perantauannya membawa pergi, Pati akan selalu menjadi tempat baginya untuk pulang dan berkontribusi.
FIB UI berharap pencapaian ini dapat menginspirasi seluruh mahasiswa untuk terus mengukir prestasi, mengartikulasikan keilmuan budaya di tengah masyarakat, serta menjadi benteng terdepan dalam menjaga dan menghidupkan tradisi Nusantara di era modern. (AL)




