Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) kembali menambah doktor baru melalui penyelenggaraan sidang promosi doktor Program Studi Doktor Ilmu Linguistik yang berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026. Pada kesempatan tersebut, Wieka Barathayomi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Penerjemahan Simile dalam dalam Takarir Video Ilmiah Populer Bertema STEM dari Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia” di hadapan tim penguji dan berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Linguistik dengan yudisium cumlaude. Dr. Wieka merupakan lulusan doktor ke-476 FIB UI.
Dalam sidang promosi tersebut, Dr. Untung Yuwono, S.S., bertindak sebagai Ketua Sidang. Dewan penguji terdiri atas Haru Deliana Dewi, Ph.D. sebagai promotor, Dr. Doni Jaya sebagai kopromotor, serta Uti Aryanti, Ph.D., Dr. Sugeng Hariyanto, Dr. Junaidi, Bayu Kristianto, Ph.D., dan Dr. Zahroh Nuriah sebagai tim penguji.

Disertasi yang diangkat Wieka berfokus pada perancangan strategi penerjemahan simile dalam takarir video ilmiah populer bertema Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya konsumsi konten ilmiah populer berbasis audiovisual yang menuntut penerjemahan yang tidak hanya akurat, tetapi juga mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis korpus, penelitian ini menganalisis 314 data simile yang diperoleh dari 234 video ilmiah populer berbahasa Inggris. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi teks, tujuan penerjemahan, prinsip penerjemahan teks ilmiah populer, prinsip penerjemahan takarir, serta aspek keakuratan dan keterbacaan hasil terjemahan. Simile dalam penelitian ini dikategorikan ke dalam beberapa jenis, yakni simile objektif, simile dengan istilah budaya, simile idiomatis, dan simile imajinatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemahan simile dalam konten ilmiah populer memerlukan strategi yang beragam sesuai dengan karakteristik data yang ditemukan. Wieka mengidentifikasi enam strategi utama yang digunakan dalam menerjemahkan simile, yaitu strategi simile citra sama, simile citra beda, strategi simile citra sama dengan titik kemiripan, strategi titik kemiripan, strategi penghilangan, serta strategi lainnya berupa penggunaan kata yang lebih umum.
Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan strategi yang berbeda memberikan dampak terhadap kualitas hasil terjemahan. Berdasarkan hasil penilaian, tingkat keakuratan terjemahan mencapai 96,82 persen, dengan 2,23 persen dinilai kurang akurat dan 0,96 persen tidak akurat. Sementara itu, dari aspek keterbacaan, sebanyak 64,56 persen hasil terjemahan dinilai dapat dipahami, 27,57 persen cukup dapat dipahami, dan 7,87 persen tidak dapat dipahami oleh responden.

Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa pemahaman pembaca terhadap terjemahan simile tidak hanya dipengaruhi oleh citra simile yang digunakan, tetapi juga oleh topik simile serta hubungan kesamaan antara citra dan topik tersebut. Oleh karena itu, perancangan strategi penerjemahan simile dalam konten ilmiah populer perlu memperhatikan ketiga komponen tersebut agar pesan yang disampaikan tetap dapat dipahami secara efektif oleh pembaca sasaran.
Melalui penelitian ini, Wieka Barathayomi memaparkan rancangan strategi penerjemahan simile yang dapat diterapkan dalam penerjemahan konten ilmiah populer berbasis audiovisual, khususnya pada takarir video bertema STEM. Temuan tersebut diharapkan dapat memperkaya kajian penerjemahan audiovisual sekaligus mendukung penyebarluasan pengetahuan ilmiah kepada masyarakat melalui terjemahan yang lebih akurat, mudah dipahami, dan sesuai dengan konteks budaya bahasa sasaran.

Pencapaian ini menjadi salah satu wujud kontribusi FIB UI dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan komunikasi ilmiah di era digital. Melalui pengembangan kajian linguistik dan penerjemahan, FIB UI terus mendorong lahirnya karya-karya akademik yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, penelitian, dan masyarakat luas. (LS)




