Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menyambut babak kepemimpinan baru dengan dilantiknya Dekan dan Wakil Dekan FIB UI untuk periode 2025–2029. Pelantikan tersebut merupakan bagian dari pengukuhan delapan dekan fakultas beserta para wakil dekan di lingkungan Universitas Indonesia yang dipimpin langsung oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., pada Senin, 8 Desember 2025 di Balai Sidang Universitas Indonesia.
Dalam pelantikan tersebut, Dr. Untung Yuwono, S.S. resmi dikukuhkan sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Ia akan didampingi oleh dua Wakil Dekan, yakni Rouli Esther, S.S., M.Si., M.A., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, serta Lily Tjahjandari, S.S., M.Hum., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum.
Pelantikan ini sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Dekan FIB UI periode 2021–2025, Dr. Bondan Kanumoyoso, S.S., M.Hum., yang selama masa jabatannya didampingi oleh Dr. Untung Yuwono, S.S. sebagai Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, serta Dr. Taufik Asmiyanto, S.S., M.Si. sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum. Kepemimpinan sebelumnya telah memberikan fondasi penting bagi penguatan tata kelola, pengembangan akademik, dan peningkatan peran strategis FIB UI di tingkat nasional.

Pelantikan ini menandai komitmen FIB UI untuk terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu humaniora dan budaya yang unggul, inklusif, serta relevan dengan tantangan zaman. Di bawah kepemimpinan baru, FIB UI diharapkan semakin berkontribusi dalam penguatan reputasi akademik Universitas Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional, melalui pendidikan berkualitas, riset inovatif, serta pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepemimpinan fakultas selama lima tahun ke depan harus dilandasi oleh integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin serta kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal guna menjawab tantangan bangsa dan dinamika global.

Lebih lanjut, Prof. Heri menyoroti bahwa periode 2025–2029 merupakan masa krusial bagi Universitas Indonesia dalam menghadapi percepatan perubahan teknologi dan digitalisasi. Fakultas, termasuk FIB UI, diharapkan aktif mendorong riset dan publikasi bereputasi internasional serta melahirkan lulusan yang adaptif, kritis, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.
Sejalan dengan arahan tersebut, FIB UI memandang kepemimpinan baru ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat tata kelola fakultas, meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi, serta memperluas jejaring kolaborasi akademik dan kebudayaan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen pada nilai-nilai keilmuan, FIB UI optimistis dapat terus berkontribusi nyata bagi Universitas Indonesia dan masyarakat luas dalam lima tahun ke depan. (CA)





