Duta Besar RI Untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Bahas Dinamika Hubungan Strategis Indonesia–Rusia dan Peran BRICS di Era Geopolitik Baru

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menghadirkan diskusi mendalam terkait perkembangan hubungan bilateral Indonesia–Rusia serta pergeseran lanskap geopolitik global pada era pasca perang dunia dan ekspansi BRICS pada 16 Oktober 2025 di Auditorium 1 Toeti Heraty Noerhadi. Acara ini menghadirkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, sebagai narasumber utama, dengan moderator Dr. Thera Widyastuti, selaku Ketua Program Studi Rusia FIB UI.

Dalam paparannya, Dubes Jose menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Rusia telah terjalin sejak abad ke-19 dan terus berkembang hingga kini melalui kerja sama diplomatik, pertahanan, pendidikan, dan kebudayaan. Rusia menjadi mitra penting bagi Indonesia, tercermin dari peningkatan signifikan nilai perdagangan dan investasi dalam lima tahun terakhir.

“Keikutsertaan Indonesia sebagai anggota penuh BRICS sejak 2025 mencerminkan komitmen politik luar negeri bebas aktif, sekaligus peluang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam arsitektur ekonomi global non-Barat,” ujar Dubes Jose.

Selain membahas dimensi geopolitik seperti isu Ukraina, ekspansi NATO, dan prinsip indivisible security, Dubes Jose juga menyoroti peran generasi muda Indonesia yang semakin aktif menempuh studi di Rusia. Data KBRI Moskow mencatat lebih dari 300 mahasiswa Indonesia tengah menempuh pendidikan S1 hingga S3 di berbagai kota besar Rusia seperti Moskow, Kazan, Tomsk, dan St. Petersburg.

Hubungan baik Indonesia-Rusia yang telah terjalin lama ini juga disoroti oleh pimpinan FIB UI dalam sambutan yang disampaikan oleh Plh.Dekan FIB UI, Dr. Taufik Asmiyanto, M.Si. Hubunga telah mencakup berbagai bidang strategis seperti politik, ekonomi, budaya, teknologi dan pendidikan. Program studi Rusia di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya sendiri merupakan prodi kedua yang ada di Indonesia selain Universitas Padjajaran. Prodi Rusia telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Rusia seperti Moscow Lomonosov, St. Petersburg University dan Tomsk State University. Kegiatan yang dilakukan meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, pelatihan pengajaran bahasa Rusia dan penelitian bersama.

Acara yang juga dilabeli sebagai seri Ambassadorial Lecture Series on Humanities (AleSH) ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta peneliti dari berbagai fakultas UI yang antusias menggali perspektif baru mengenai dinamika kekuatan global. Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat literasi geopolitik sivitas akademika FIB UI dan membuka peluang kolaborasi akademik serta diplomasi budaya Indonesia–Rusia di masa depan. (RMRW)

Related Posts