Dukung Studi Lanjut, FIB UI Paparkan Program Pascasarjana dalam Virtual Open House UI 2026

Universitas Indonesia membuka rangkaian Virtual Open House Penerimaan Program Pascasarjana 2026 secara daring melalui Zoom pada Sabtu (28/2), pukul 10.00-13.00 WIB. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan umum mengenai sistem penerimaan dan informasi program pascasarjana di lingkungan UI bersama Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru dan Direktur Pengembangan Pendidikan Digital.

Setelah sesi utama, peserta diarahkan ke masing-masing breakout room fakultas untuk memperoleh informasi yang lebih spesifik sesuai bidang yang diminati. Dalam sesi breakout room Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Manajer Pendidikan FIB UI, Dr. Putu Pramania Adnyana, M.A., hadir sebagai narasumber utama. Sesi tersebut dimoderatori oleh Koordinator Unit Pelayanan Humas dan Protokol FIB UI, Chysanti Arumsari, M.A., dan tim humas fakultas.

Dalam pemaparannya, Dr. Putu menjelaskan bahwa FIB UI saat ini menyelenggarakan delapan program magister dan enam program doktor yang mencakup berbagai bidang dalam rumpun humaniora, seperti arkeologi, linguistik, sejarah, susastra, filsafat, kajian wilayah, serta kajian informasi. Beberapa program telah memperoleh akreditasi unggul, menunjukkan komitmen FIB UI dalam menjaga mutu akademik dan kualitas pendidikan.

Dr. Putu juga menjelaskan sistem perkuliahan yang dapat ditempuh melalui jalur kuliah maupun jalur riset, baik pada jenjang magister maupun doktor. Program magister memiliki beban studi 54 SKS yang dirancang dapat diselesaikan dalam tiga hingga empat semester. Sementara itu, program doktor memiliki beban studi 88 SKS dengan masa studi yang dirancang selama enam semester. Selain mengikuti perkuliahan atau seminar riset, mahasiswa juga diwajibkan memenuhi ketentuan publikasi ilmiah sebagai bagian dari syarat kelulusan.

Selain menjelaskan struktur akademik, Dr. Putu turut memaparkan mekanisme seleksi penerimaan mahasiswa baru, termasuk tahapan ujian, persyaratan administrasi, serta ketentuan khusus bagi pendaftar jalur riset. Pada jenjang doktor, proses seleksi mencakup ujian tulis dan wawancara, serta penyerahan proposal rencana studi dan dokumen pendukung lainnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, mulai dari sistem perkuliahan daring dan luring, pembukaan gelombang pendaftaran, hingga ketentuan penundaan masa studi dan skema pembiayaan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan studi di bidang humaniora.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, FIB UI menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan informasi akademik yang jelas dan transparan bagi calon mahasiswa yang ingin merencanakan studi lanjut di Universitas Indonesia, khususnya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. (AS)

 

Related Posts