Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia sukses menyelenggarakan “Qiaopi History and Cultural Exhibition” pada 11 November 2025 di selasar Gedung II Achadiati Ikram. Pameran ini merupakan kerjasama FIB UI dan pemerintah kota Shantou, Provinsi Guandong, Cina dalam rangka 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Cina.
Pameran yang bertajuk “Tiga Sungai Mengalir ke Laut, Satu Surat Membawa Pulang Ombak” ini berfokus pada Qiaopi, sebuah warisan dokumenter yang diakui oleh UNESCO sebagai Memory of the World. Qiaopi adalah gabungan unik antara surat pribadi dan kwitansi pengiriman uang (remittance) yang dikirimkan oleh para perantau Tiongkok di luar negeri kepada keluarga mereka di kampung halaman selama abad ke-19 hingga ke-20. Panel-panel pameran menelusuri bagaimana dokumen-dokumen ini menjadi saksi bisu perjuangan ekonomi, kerinduan mendalam, dan ketahanan ikatan keluarga Tiongkok perantauan, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Pameran ini memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi, terutama bagi mahasiswa yang mempelajari ilmu humaniora. Qiaopi tidak hanya mencerminkan sejarah Chinese diaspora, tetapi juga menyoroti nilai-nilai kemanusiaan dan patriotisme yang universal, seperti bakti kepada orang tua (filial piety), tanggung jawab keluarga, dan rasa cinta terhadap tanah air. Pameran ini juga menjadi dorongan bagi sivitas akademika untuk memperdalam kajian mengenai sejarah diaspora dan pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia, yang memiliki populasi perantauan yang signifikan.

Lebih lanjut, FIB UI berharap penyelenggaraan pameran Qiaopi ini dapat memperkuat komitmen fakultas dalam melestarikan warisan dan mendorong kolaborasi penelitian internasional. Banyak mahasiswa, dosen dan staf yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal apa itu Qiaopi. Melalui pameran ini, wawasan mengenai Qiaopi bertambah. Bentuk patriotisme dan komitmen seperti inilah yang menginspirasi generasi muda.
Pameran tersebut diharapkan menjadi sarana yang diteladani untuk menyebarluaskan nilai-nilai kejujuran, kesetiaan, dan patriotisme yang terkandung dalam setiap lembar Qiaopi kepada generasi muda. Acara ini menegaskan kembali peran strategis FIB UI sebagai pusat studi yang tidak hanya mengkaji teks dan teori, tetapi juga menghidupkan kembali kisah-kisah grassroots history yang kaya makna dan relevan bagi konteks sosial-budaya kontemporer. (RMRW)




