Dies Natalis FIB UI ke–84

Pada Senin, 4 Desember 2023 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) merayakan Dies Natalis yang diselenggarakan di Auditorium Gedung 9 dari fakultas tersebut. Dalam Dies Natalis tahun ini, FIB UI membawa tema “Alam Terkembang Jadi Guru: Menyelisik Khazanah Budaya Nusantara dan Bangsa-bangsa, Berkreasi dan Berinovasi bagi Pemajuan Kebudayaan”. Dari sambutan yang disampaikan oleh Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, tema ini memiliki kaitan dengan alam, khususnya terkait dengan alam Minangkabau, Sumatera Barat. Hal ini dilatarbelakangi dari fakta bahwa kebudayaan banyak mengambil inspirasi dari alam, di mana manusia menemukan keindahan dan harmoni yang menjadi sumber nilai-nilai budaya. Setiap unsur alam menjadi medium untuk menciptakan makna dan simbolisme dalam kebudayaan, mencerminkan keterkaitan manusia dengan lingkungan. Sebagai bagian dari kebudayaan yang berakar pada alam, masyarakat diharapkan memelihara warisan budaya mereka dengan prinsip keberlanjutan–dalam hal ini tidak hanya FIB UI, namun juga seluruh sivitas UI–menjaga keberagaman dan harmoni lingkungan. Kebudayaan yang kembali ke alam juga mampu menginspirasi inovasi dalam teknologi, energi ramah lingkungan, dan praktik bisnis bertanggung jawab, semuanya mencerminkan filosofi alam yang mengajarkan kehidupan yang seimbang dan harmonis.

Selain dari Rektor UI, Dekan FIB UI Dr. Bondan Kanumoyoso juga turut hadir menyampaikan sambutannya. Disampaikan pula beberapa apresiasi kepada pencapaian yang telah dicapai oleh sivitas FIB UI dan mengharumkan nama fakultas baik dalam kancah nasional maupun internasional. Sejumlah pencapaian tersebut diantaranya partisipasi mahasiswa-mahasiswa FIB UI dalam Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), MOOCs, hingga Festival Olahraga di Ural, Rusia. Pencapaian lainnya juga dicapai oleh tenaga pendidik FIB UI, seperti penghargaan Sarwono Award 2023 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diraih oleh Prof. Melani Budianta serta penghargaan yang diberikan kepada Prof. Harimurti Kridalaksana (Alm.) dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yaitu Anugerah Hoesein Djajadiningrat 2023 untuk kategori Pengembangan Bahasa Indonesia pada Kongres Bahasa ke-12.

Dalam acara ini, diberikan sejumlah penghargaan di berbagai kategori, yang mencakup penghargaan untuk Riset Terproduktif, Pengabdian kepada Masyarakat Terproduktif, Peraih Nilai EDOM Tertinggi, Mahasiswa Berprestasi, Tenaga Kependidikan Berprestasi, dan Purnabakti. Berlanjut dari sambutan para petinggi, acara dilanjutkan dengan penampilan penyambutan yang memukau dari Tari Panen yang dipresentasikan oleh Nayaka Sastra, menghadirkan keindahan tradisi Minangkabau.

Seiring berjalannya acara, Prof. Mina Elfira memberikan orasi ilmiah yang mengangkat topik menarik berjudul “Model Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal Minangkabau.” Dalam orasinya, beliau membahas tentang bagaimana kearifan lokal dapat menjadi landasan yang kuat untuk membangun model kepemimpinan yang berkelanjutan dan efektif. Dari orasi Prof. Mina, diketahui bahwa terminologi adat di Minangkabau mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti budaya, kebiasaan, kepemimpinan, dan sistem politik pemerintahan. Dalam tradisi Minangkabau, terdapat dua sistem politik pemerintahan yang dikenal sebagai laras, yaitu laras Bodi Caniago dan laras Koto Piliang, yang memiliki perbedaan terutama terkait pondasi dan bentuk pemerintahannya. Kepemimpinan dalam budaya Minangkabau juga melibatkan unsur-unsur tertentu, termasuk pembuatan keputusan yang memiliki rujukan yang kuat untuk pelaksanaan yang baik. Karakter kepemimpinan yang diharapkan mencakup sifat-sifat seperti ulet, adil, kreatif, dan lainnya. Sifat kejam dan kekerasan tidak diinginkan dalam kepemimpinan Minangkabau, yang lebih menekankan nilai-nilai kerjasama dan keadilan. Selain itu, sistem kepemimpinan Minangkabau menunjukkan karakteristik yang menaikkan perbedaan gender. Perempuan memiliki peran signifikan dalam masyarakat Minangkabau sebagai penerus garis keturunan, pemegang pusaka adat, dan manajer rumah tangga. Meskipun, dampak perkembangan sosial-politik negara Indonesia dapat mempengaruhi otoritas perempuan Minangkabau, terutama terkait kebijakan pemberdayaan perempuan.

Dalam rangkaian Dies Natalis FIB UI yang ke-84 ini, penutupan acara dilakukan dengan meriah melalui penampilan eksklusif dari band mahasiswa yang dikenal dengan nama “Para Pencari Rempah.” Mereka memberikan sentuhan musikal yang menghibur dan menambah kesan spesial pada momen perayaan Dies Natalis tersebut.

Related Posts