Promosi Doktor Puji Sulani dengan Disertasi: “Konstruksi Identitas Agama Buddha Wong Jawa Banyumasan di Eks-Keresidenan Banyumas Tahun 1965-1998”

Pada tahun 1965, dikeluarkan Penetapan Presiden Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, yang menyatakan bahwa kelompok aliran kepercayaan tidak digolongkan sebagai agama. Di tahun yang sama, ketegangan konflik antarkelompok politik, sosial, dan agama memuncak ketika terjadi peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G-30-S). Peristiwa ini menjadi faktor kausal yang lebih dominan yang berdampak dalam kehidupan masyarakat Jawa, terlebih bagi pengikut aliran kepercayaan yang terstigma sebagai komunis, “bukan agama”, atau “belum beragama”. Dampak yang muncul dari peristiwa tersebut mendorong para kelompok yang terstigma melakukan adaptasi dengan membaurkan ajarannya dengan agama Buddha, seperti yang dilakukan oleh wong Jawa Banyumasan.

Langkah yang diambil oleh wong Jawa Banyumasan menjadi topik yang menarik bagi Puji Sulani hingga ia angkat ke dalam disertasinya yang berjudul “Konstruksi Identitas Agama Buddha Wong Jawa Banyumasan di Eks-Keresidenan Banyumas Tahun 1965-1998’. Ia berhasil mempertahankan materi disertasinya dalam Sidang Promosi Program Doktor yang diselenggarakan pada Rabu, 14 Juni di Auditorium Gedung IV, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. Agus Aris Munandar. Dalam sidang ini, Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum. menjadi ketua tim penguji beserta Dr. Priyanto Wibowo (Promotor), Dr. R. Tuty Nur Mutia (Kopromotor), Dr. Budhy Munawar Rachman, Prof. Dr. Lilawati Kurnia, M.A., Dr. Dwi Mulyatari, S.S., M.A., dan Dr. Didik Pradjoko, S.S., M.Hum. sebagai jajaran anggota penguji sidang. Puji Sulani berhasil meraih Yudisium Sangat Memuaskan dengan IPK 3.83.

Dalam disertasinya, Puji Sulani mengkaji secara historis perubahan identitas wong Jawa Banyumasan pengikut aliran kepercayaan ke agama Buddha sebagai dampak perubahan sosial, budaya, dan politik setelah Penetapan Presiden Nomor 1 Tahun 1965 dan peristiwa G-30-S 1965 serta perubahan sosiokultural setelah perubahan tersebut. Dari penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa perubahan identitas wong Jawa Banyumasan dari pengikut aliran kepercayaan menjadi wong Jawa Buddha Banyumasan merupakan realitas yang dikonstruksi secara sosial oleh kelompok sosial tersebut. Kebebasan ini merupakan hasil interaksi antara struktur sosial politik tahun 1965-1998 dan struktur agama Buddha yang mengekang, tetapi membebaskan, dengan agen dan unsur mentalité yang mendorong terjadinya perubahan identitas.

Atas keberhasilannya, Puji Sulani menjadi Doktor ke-417 di FIB UI dan merupakan Doktor ke-4 dari Program Studi Ilmu Sejarah yang lulus di FIB pada tahun ini.

Related Posts