Promosi Doktor Ilmu Sejarah Sdr. Citra Smara Dewi

Program Studi Pascasarjana Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Kamis (7/01/2021) meluluskan seorang Doktor yaitu Citra Smara Dewi dengan disertasi berjudul “Galeri Nasional Indonesia dalam Pembentukan Identitas Nasional: Kajian tentang Pameran Seni Rupa Nusantara 2001-2017 di GNI”. Sidang dilaksanakan secara daring, dipimpin oleh Dr. Adrianus Laurens Gerung Waworuntu, S.S., M.A., dihadiri oleh Dr. Yuda Benharry Tangkilisan (Promotor), Prof. Dr.  Setiawan Sabana, MFA (Kopromotor), Dr. Abdurakhman (Ketua tim penguji), Prof. Dr. Susanto Zuhdi (Anggota penguji), Dr. Inda Citraninda Noerhadi (Anggota penguji), Agus Setiawan, Ph.D., dan Dr. Linda Sunarti (Anggota penguji).

Penelitian dalam disertasi dilakukan dengan pertimbangan Galeri Nasional Indonesia (GNI) merupakan salah satu State Cultural Institutions atau Lembaga Kebudayaan Negara yang berada di pusat pemerintahan, yang selain menjadi landmark sebuah bangsa modern juga sebagai barometer peradaban bangsa, sehingga berperan signifikan dalam pembentukan identitas nasional. Disertasi mengkaji proses panjang pendirian GNI dan peran GNI dalam pembentukan identitas nasional melalui kebijakan Pameran Seni Rupa Nusantara (PSRN). PSRN merupakan peristiwa penting, karena sejak Indonesia merdeka, untuk pertama kalinya berhasil menyelenggarakan pameran Seni Rupa Modern Kontemporer yang melibatkan seniman dari 31 provinsi. Konsep kuratorial yang dirancang memberi ruang apresiasi bagi budaya-budaya minoritas khususnya luar Jawa Bali yang sebelumnya kurang mendapat tempat di panggung nasional. Tampaknya GNI memiliki “nilai tawar” dalam pembentukan identitas nasional melalui perkembangan Seni Rupa modern kontemporer Indonesia yaitu dalam mengintegrasikan potensi kelokalan dari setiap wilayah menjadi spirit keindonesiaan.

Penelitian menggunakan metode sejarah: heuristik, verifikasi/kritik, interpretasi, dan historiografi, dengan metodologi strukturistik dan pendekatan konsep multikulturalisme. Kebaruan dari metodologi, yaitu “Exhibition History” adalah bagaimana gerak sejarah institusi budaya dikaji melalui peritiswa Pameran Seni Rupa yang melibatkan kebijakan institusi negara, kurator, dan seniman. Sumber sejarah yang utama kajian adalah literatur, yaitu arsip, dokumen dan katalog. Metode sejarah lisan dengan pelaku sejarah juga mendapat penekanan di sini. Dalam konteks substansi, kebaruan dari riset ini dapat dilihat dari lingkup kajian, yakni dinamika Seni Rupa Indonesia era 2000-an dan 2010-an dengan melibatkan Seni Rupa luar Jawa-Bali. Hasil kajian menunjukan beberapa kesimpulan. Pertama, proses pembentukan GNI yang terkesan lambat tidak lepas dari “Political will” dari pemerintahan terkait. Kedua, kesenjangan Seni Rupa yang terjadi sebelum GNI terbentuk tidak lepas dari kebijakan etnonasionalisme yang terjadi sebagai dampak dari sistem pemerintahan yang cenderung memusat dan hegemoni dengan menggunakan basis etnis, ras, kelompok etnis, dan agama sebagai landasan berbangsa dan bernegara. Ketiga, peran GNI sangat sentral dalam pembentukan Identitas Nasional melalui PSRN dengan memberi ruang apresiasi kepada kebudayaan “minoritas” khususnya Seni Rupa Luar Jawa-Bali. Ditemukenali bagaimana peran individu, kelompok individu (kurator Seni Rupa, seniman, Kepala GNI, kolektor, pelaku seni) dan institusi (institusi budaya baik pemerintah dan swasta, perguruan tinggi, media) secara simultan bekerja mentransformasi dan mereproduksi perubahan struktur sosial. Ketiga unsur ini bekerja dalam satu struktur dan saling dukung sebagai agen perubahan.

Sdr. Citra Smara Dewi dinyatakan lulus dengan yudisium kelulusan “Sangat Memuaskan” serta menjadi doktor ke-354 di FIB UI dan doktor ke-1 Program Studi Ilmu Sejarah FIB UI yang lulus pada tahun 2021.

(Foto: FIB UI dan IKJ)

Related Posts