Promosi Doktor Ilmu Susastra Sdr. Sukarjo Waluyo

Departemen Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Jumat (21/6/2019) meluluskan seorang Doktor yaitu Sukarjo Waluyo dengan disertasi berjudul “Kontestasi Representasi Tokoh Arya Penangsang”. Sidang terbuka dilaksanakan di Auditorium Gedung IV, dipimpin oleh Prof. Dr. Titik Pudjiastuti dan dihadiri oleh Manneke Budiman, M.A., Ph.D. (Promotor), Prof. Melani Budianta, M.A., Ph.D. (Kopromotor), Dr. M. Yoesoef (Ketua tim penguji), Dr. Ribut Basuki (Anggota penguji), Dr. Seno Gumira Ajidarma (Anggota penguji), Dr. Sunu Wasono (Anggota penguji), dan Dr. Darmoko (Anggota penguji).

Disertasi ini mengangkat masalah lokalitas dan kearifan lokal di Indonesia, khususnya tokoh Adipati Arya Penangsang yang memerintah Kadipaten Jipang pada pertengahan abad ke-16 yang menjadi simbol pahlawan masyarakat setempat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pementasan kethoprak Pati dan Kethoprak Solo dalam mengonstruksi tokoh Arya Penangsang terdapat perbedaan yang berseberangan. Pertama, berkaitan dengan judul lakon dan penokohan. Kedua adalah adegan utama pementasan. Ketiga adalah penggambaran antara poros Jipang-Kudus versus Pajang-Kadilangu. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan terdapat tiga aspek penting dalam upaya revitalisasi Kadipaten Jipang, yaitu melalui konstruksi Arya Penangsang sebagai pahlawan lokal dan Jawa Pesisir, konstruksi kolektif memori Cepu sebagai bumi Arya Jipang, dan penetapan Raja Keraton Jipang sebagai upaya revitalisasi.

IMG 1835
Aperture: 4
Camera: Canon EOS 1200D
Iso: 1600
Orientation: 1
« of 9 »

Penelitian juga menjelaskan, dengan melihat kebesaran tokoh Arya Penangsang dan kejayaan Kadipaten Jipang pada masa lampau, masyarakat Cepu berupaya melakukan dua macam representasi, yaitu representasi Cepu berubah dari representasi pasif ke representasi aktif, dan representasi Cepu berupaya untuk melakukan kapitalisasi representasi dengan berbagai motif utamanya politik dan ekonomi.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa dengan mengungkapkan makna dibalik seni pertunjukan dan revitalisasi atau monumenisasi bangunan-bangunan (material culture) sebuah kota, terkandung adanya kepentingan representasi yang sedang berproses. Selain itu, diperlihatkan juga bahwa di dalam sebuah konflik yang diawali perbedaan persepsi akibat dari representasi yang berbeda, masih ada media yang dapat menjembatani konflik tersebut. Revitalisasi kota yang memiliki kebesaran sejarah dan budaya di masa lalu menunjukkan bahwa kebudayaan adalah wilayah proses dinamika kontestasi dan negosiasi representasi yang terus berlangsung.

Sdr. Sukarjo Waluyo mendapat nilai sangat memuaskan serta menjadi doktor ke-333 di FIB UI dan doktor ke-4 Program Studi Ilmu Susastra FIB UI yang lulus pada tahun 2019.

Related Posts