id
id

Diskusi Buku: Di Balik Reformasi 1998, Laksamana Sukardi

Depok, 6 November 2018 – Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (PPKB FIB UI) menyelenggarakan diskusi yang membahas isi buku “Di Balik Reformasi 1998” karya Laksamana Sukardi dilaksanakan di Auditorium Gedung I FIB UI. Diskusi ini menghadirkan narasumber ternama antara lain; Prof. Rhenald Kasali (Pengamat Ekonomi), Effendi Ghazali, Ph.D. (Pengamat Komunikasi Politik), dan Dr. Ali Akbar (Mantan Aktivis Mahasiswa ‘98), serta dimoderatori oleh Tri Agung Kristanto yang merupakan jurnalis dari media Kompas. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Dekan FIB UI, Dr. Adrianus Laurens Gerung Waworuntu, S.S., M.A. dan langsung dilanjutkan ke sesi diskusi.

Pada diskusi ini, buku “Di Balik Reformasi 1998” dibahas dari berbagai aspek, seperti ekonomi, sosial-politik, dan komunikasi.

« dari 12 »

Diceritakan oleh Dr. Ali Akbar bagaimana perjuangan mahasiswa pada saat itu memperjuangkan hak-hak masyarakat serta perjuangan menggulingkan rezim Orde Baru yang sudah sangat kacau. Hiruk pikuk yang terjadi antara pemerintah, non-pemerintah, dan mahasiswa pada saat itu yang seperti dipaparkan pada di buku tersebut. Sedangkan dari aspek komunikasi, yang dijelaskan oleh Effendi Ghazali, bahwa pemikiran orang-orang pada rezim tersebut telah mengalami proses lobotomi. Lobotomi yang dimaksud, ketika saat itu bangsa Indonesia mengalami pengebirian akal pikiran, sehingga tidak ada lagi yang mampu berpikir sehat. Sama halnya yang terjadi jalannya komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Masyarakat tidak diberi kebebasan untuk berpendapat, semua dibungkam pada rezim Orde Baru.

Pada saat itu, perekonomian Indonesia merupakan masa-masa tersuram bagi bangsa ini. Ekonomi Indonesia mengalami penyusutan sebesar 13 persen, utang pemerintah dan swasta tidak mampu dibayar, nilai rupiah anjlok sampai ke titik nadir, dan anggaran belanja negara tidak dapat dibiayai, bahkan tidak mampu membiayai anggaran rutin seperti gaji pegawai negeri sipil, apalagi membangun infrastruktur. Buku yang dibuat oleh Laksamana Sukardi mampu menggambarkan situasi bangsa ini pada Reformasi 1998 dari berbagai aspek serta sudut pandang beliau yang merupakan Menteri BUMN pada saat itu.

Acara dilanjutkan ke sesi tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari penulis buku, Laksamana Sukardi, dan ditutup dengan penyerahan cenderamata untuk para narasumber dan penulis buku.

 

Related Posts