Promosi Doktor Ilmu Sejarah Achmad Sunjayadi

Departemen Susastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Senin (5/7/2017) kembali meluluskan seorang Doktor yaitu Achmad Subjayadi  dengan disertasi berjudul “Dari Vreemdelingenverkeer ke Toeristenverkeer: Dinamika Pariwisata di Hindia Belanda 1891-1942”. Sidang terbuka dilaksanakan di R. 1.103, dipimpin oleh Dr. Adrianus L.G. Waworuntu, M.A. (Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI), dan dihadiri oleh Dr. Yuda B. Tangkilisan  (promotor), Dr. Bondan Kanumoyoso.  (kopromotor), dan para penguji di antaranya Dr. Abdurrahman  (ketua penguji) , Prof. Peter B.R. Carey (anggota penguji), Dr. Kesno Yulianto (anggota penguji), dan Dr. Asep (anggota penguji). Disertasi ini membahas dinamika pariwisata di Hindia Belanda tahun 1891-1942. Dari perubahan penggunaan konsep vreemdelingeverkeer (lalu lintas orang asing) menjadi toeristenverkeer (lalu lintas wisatawan) di Hindia yang kemudian bermakna toerismeltourisme (pariwisata) dapat dilihat dinamika kegiatan pariwisata di wilayah tersebut,

mulai dari kemunculan hingga keruntuhan.  Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkapkan dinamika kegiatan pariwisata di Hindia-Belanda, dari proses pembentukan (embrio) kegiatan pariwisata hingga situasi pada masa pendudukan Jepang. Pariwisata yang dimaksud  ialah kegiatan yang merupakan konstruksi budaya dari barat yang dipraktikkan di Hindia, terutama pariwisata yang diatur dan bersifat massal. Sebagai alat bantu analisis digunakan siklus Arnold Toynbee yang diawali dengan kelahiran, pertumbuhan, dan keruntuhan. Pendekatan ini dipadukan dengan konsep menganalisis Tourism Area Life Cycle (TALC) dari Richard W. Butler, terutama digunakan untuk menganalisis perkembangan objek wisata di Hindia-Belanda. Hasil penelitian pemperlihatkan bahwa embrio kegiatan pariwisata di Hindia muncul pada akhir abad ke-19. Kemunculan ditandai dengan kegiatan-kegiatan organisasi sukarela di beberapa kota besar di Hindia yang mengacu pada organisasi di negeri induk dan gagasan beberapa individu yang berprofesi sebagai pendeta, jurnalis, praktisi perhotelan, pegawai pemerintah. Kegiatan pariwisata di Hindia yang diatur ditandai dengan pembentukan Vereninging Toeristenverkeer (perhimpunan pariwisata) di Batavia pada 23 April 1908. Organisasi dibentuk pada 1893 di Jepang. Alasan keterlibatan dalam kegiatan pariwisata adalah alasan ekonomi. Doktor Achmad Sunjayadi mendapat hasil sangat memuaskan dan merupakan doktor di  Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia ke 305 dan doktor ke 4 dalam bidang ilmu sejarah.
 

 

Related Posts