Promosi Doktor Bidang Arkeologi Rr. Triwurjani

Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Senin (21/12/2015) kembali meluluskan seorang Doktor yaitu Rr. Triwurjani dengan disertasi berjudul “Arca-Arca Megalitik Pasemah, Sumatera Selatan: Kajian Semiotik”. Sidang terbuka dilaksanakan di R. 4101, dipimpin oleh Prof. Dr. Njaju Jenny Malik, dan dihadiri oleh Prof. Dr. Noerhadi Magetsari (promotor), Dr. Cecep Eka Permana, S.S., M.Si, (kopromotor), dan para penguji di antaranya Dr. Kresno Yulianto Soekardi (ketua tim penguji), dan anggota yaitu Prof. Dr. Primadi Tabrani, Prof. Dr. Agus Aris Munandar, dan Dr. Ali Akbar.
Dalam disertasinya, Rr. Triwurjani mencoba mengungkapkan makna arca-arca megalitik yang terdapat di kawasan Pasemah, Sumatera Selatan. Persebarannya yang luas dan bentuknya yang khas menjadikan kawasan Pasemah sebagai suatu kelompok budaya tersendiri. Penggambaran arca Pasemah, tidak begitu natural tapi jelas menyiratkan individu manusia dengan komponen-komponen dasar seperti kepala, badan, tangan, kaki digambarkan jelas. Cara penggambarannya yang tidak harafiah, seperti mata melotot, hidung datar, mulutnya digambarkan bulat dan besar, seperti bentuk bibir tebal, memakai pakaian prajurit, memakai perhiasan, membawa pedang, menunggang gajah atau kerbau. Beberapa bentuk arca digambarkan tangan kanan lebih besar dari tangan kiri, atau jari tangan digambarkan lebih besar dari tangan, yang semuanya tidak harafiah melainkan mengarah ke simbolis. Proses deskripsi bentuk serta pemerian unsur dalam atribut dilakukan dengan menggunakan metode arkeologi dan proses pemaknaan dilakukan dengan metode semiotik. Kajian ini menggunakan semiotik Roland Barthes, dimana dikembangkan aspek denotasi dan konotasi sebagai alat untuk membedah teks sebagai suatu fenomena budaya. Denotasi adalah pemaknaan yang terlihat dalam tanda apa adanya sebagai sistem primer sedangkan konotasi merupakan makna baru/khusus yang diberikan pemakai tanda sebagai sistem sekunder. Mitos nenek moyang sebagai `divine power’ adalah perilaku yang dipraktekkan bagi manusia yang masih hidup di dunia agar mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan baik di dunia dan di akhirat kelak. Hasil kajian ini menunjukan bahwa bentuk-bentuk arca seperti arca manusia, hewan dan arca manusia dengan hewan merupakan gambaran suatu aktivitas dari suatu kelompok masyarakat yang semuanya memperlihatkan peran dari suatu figur yang ditokohkan, termasuk gambaran mengenai hal-hal yang disukai tokoh-tokoh tersebut ketika masih hidup di dunia. Gambaran orang yang sudah meninggal dalam bentuk arca-arca ini, secara tidak langsung merupakan gambaran aktivitas masyarakat Pasemah ketika masih hidup di dunia. Dengan demikian Kebudayaan Pasemah adalah suatu kebudayaan dimana kehidupan akhirat digambarkan di dunia.

Atas keberhasilannya menyelesaikan Program Doktor Arkeologi di FIB UI, Rr. Triwurjani mendapatkan predikat Sangat Memuaskan.

IMG_6905IMG_6915IMG_6930IMG_6920IMG_6926IMG_6901IMG_6946

Related Posts