id
id

Kuliah Umum “Nusantara: The Shared Heritage of Archipelagic Southeast Asia”

Senin (23/11/2015), Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) bekerjasama dengan Kantor Urusan Internasional UI menggelar acara Kuliah Umum dengan pembicara utama Mr. Felipie M. De Leon, Jr. (The Chairman and Commissioner for the Arts of the National Commission for Culture and the Arts, Philippine), yang mengangkat tema “Nusantara: The Shared Heritage of Archipelagic Southeast Asia”. Acara kuliah umum yang digelar di Auditorium 1103 ini dihadiri oleh H.E. Maria Lumen B. Isleta, Duta Besar Republik Filipina untuk Indonesia, Dr. Adrianus L.G. Waworuntu, M.A., Dekan FIB UI dan Prof. Melda Kamil Ariadno, S.H, LL.M, Ph.D., Kepala Kantor Urusan Internasional UI.

Dalam paparannya, Mr. Felipie menyampaikan bahwa Nusantara atau Nusantao dalam bahasa Filipina, sebenarnya meliputi gugusan kepulauan di Asia Tenggara meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Istilah Nusantara bagi masyarakat Indonesia merupakan istilah yang kini dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauan yang membentang dari Sumatera sampai Papua, yang sebagian besar merupakan wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Istilah Nusantara ini tercatat pertama kali dalam kitab Pararaton dan Negarakertagama, literatur berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16) untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut kerajaan Majapahit.

Keyakinan bahwa Nusantara atau Nusantao meliputi seluruh wilayah negara kepulauan di Asia Tenggara ini diperkuat oleh adanya beberapa kemiripan dalam produk-produk seni, budaya, dan bahasa yang digunakan di wilayah Asia Tenggara. Untuk itulah dalam rangka memperkuat eksistensi negara-negara di Asia Tenggara dalam dunia internasional, khususnya dalam bidang seni budaya, perlu adanya kerjasama antar pelaku seni budaya dan para pengambil kebijakan. Seni budaya di Asia Tenggara sejatinya bersifat asimilatif, saling mempengaruhi satu sama lain, tidak ada superioritas, yang tujuan akhirnya adalah untuk saling memperkaya khasanah seni budaya masing-masing negara. Selain itu, kerjasama budaya perlu terus ditingkatkan agar negara-negara di wilayah Asia Tenggara dapat terus hidup berdampingan secara damai, yang akan berdampak pada terciptanya keharmonisan dan meningkatnya kerjasama dalam bidang-bidang lainnya.

IMG_5982IMG_5981IMG_5984IMG_5993IMG_5991IMG_5994

Related Posts