id
id

Seminar Internasional Kajian Leksikologi dan Leksikografi Mutakhir

Perkembangan bahasa dan masyarakat di Asia Tenggara yang makin meluas dan kompleks, khususnya Indonesia dan Malaysia, menyebabkan makin diperlukannya penelitian dalam bidang bahasa, terutama bidang kata dan makna. Perkembangan bahasa bukan hanya berakibat pada meiningkatnya jumlah kosakata suatu bahasa, melainkan juga makin bervariasinya makna kata-kata yang telah ada.

Sejalan dengan pemikiran tersebut, Laboratorium Leksikologi dan Leksikografi (LLL) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Rabu (07 Mei 2014), bertempat di Auditorium 1103, Kampus FIB UI Depok, menggelar Seminar Internasional Kajian Leksikologi dan Leksikografi Mutakhir ini bertema “Pelbagai Persoalan Penyusunan Kamus dan Pelaksanaan Undang-Undang Bahasa RI pada Ranah Publik.” Seminar ini merupakan forum ilmiah untuk mempertemukan para pakar dan mengkomunikasikan pelbagai gagasan dan temuan terhadap kata dan makna, yang berkaitan dengan etimologi, leksikologi, dan leksikografi. Seminar ini merupakan kelanjutan dari Seminar Internasional Rintisan Kajian Leksikologi dan Leksikografi yang diselenggarakan di Ui pada tahun 2002. Seminar ini juga sekaligus memperingati “Hari Kelahiran Bahasa Indonesia” pada tanggal 2 Mei 1926.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIB UI Dr. Adrianus L.G. Waworuntu, M.A, dengan menghadirkan pembicara utama, di antaranya Prof. Dr. Harimurti Kridalaksana, yang membahas tema tentang “Metode Mutakhir dalam Penyusunan Kamus” ; Kepala Pengembangan dan Perlindungan Bahasa, Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional RI dengan paparannya bertema “Implementasi Undang-Undang Bahasa RI No.24 tahun 2009” ; Dr. Kyoko Funada (Kanda University, Tokyo) yang membahas tentang “Kosakata Serapan dalam Bahasa Jepang”; Rusli Abdul Ghani, M.A (Pengarah Bahasa, Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia) membahas tentang “Metode Mutakhir Penyusunan Kamus Berbasis Korpus dan Kamus Online”; Prof. Karim Harun, Ph.D. (University of Kuala Lumpur, Malaysia) dengan makalahnya tentang “Kebijakan tentang Bahasa Ibu di Malaysia” ; dan Dr. Svan Langguth (Deutscher Akademischer Austrausch Dienst, Jakarta) yang membahas “ Kosakata Serapan dalam Bahasa Jerman.”

Related Posts