id
id

Ceramah Budaya “Dari Situs Gunung Padang menuju Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya”

IMG_7491Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Selasa (24/06/2014) bertempat di R.2401 kampus FIB UI, menggelar Ceramah Budaya bertajuk “Dari Situs Gunung Padang menuju Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya,” dengan menghadirkan narasumber Dr. Ali Akbar, pengajar Departemen Arkeologi sekaligus Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat FIB UI dan Ketua Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Situs Gunung Padang.

Situs Gunung Padang menurut Dr. Ali Akbar, dianggap dapat menjadi kunci untuk mengungkap peradaban kuno, tak hanya di Indonesia, tapi juga peradaban dunia. Ia juga mengatakan Situs Gunung Padang menjadi bukti hipotesis bahwa bencana mampu mengubah muka bumi peradaban dan populasi manusia. Situs prasejarah Gunung Padang mulai ramai dibicarakan publik setelah TTRM Situs Gunung Padang yang diinisiasi oleh Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, menemukan bangunan yang tertimbun di bawah situs Gunung Padang.

Berdasarkan uji penanggalan jejak karbon yang dilakukan Laboratorium Batan, pada material paleosoil di kedalaman empat meter menunjukkan usia 5500 tahun Sebelum Masehi (SM). Sementara hasil dari Laboratorium Beta Miami, Florida, Amerika Serikat (AS), material dari kedalaman empat hingga 10 meter berusia 7600–7800 SM. Pengungkapan Gunung Padang akan memberi bukti bahwa Indonesia memiliki peradaban besar tak kalah dengan negara lain.

Sejak marak diberitakan, Desa Karya Mukti, Campaka, Kabupaten Cianjur yang menjadi lokasi di mana situs megalitikum ini berada, mendadak ramai sebagai lokasi tujuan wisata baru. Meningkatnya jumlah wisatawan pun tak terelakkan turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar situs. Berbagai jasa penyediaan penginapan, makanan dan minuman, hingga berbagai bentuk kerajinan sebagai cenderamata khas situs Gunung Padang pun mulai bermunculan. Menurut Dr. Ali Akbar, pergerakan roda perekonomian di area sekitar situs memerlukan regulasi yang tepat dari pemerintah. Sangat diperlukan aturan dan kebiajakan lintas sektoral untuk mengatur agar Situs Gunung Padang bisa dikelola dan dikembangkan menjadi dasar dari industri dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Dalam kesempatan acara ini, hadir pula beberapa praktisi komik yang berusaha mengangkat cerita dengan tokoh-tokoh dalam sejarah Indonesia dalam bentuk komik dan media industri kreatif lainnya.

Foto-foto terkait :

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

Related Posts